Ketika berbicara tentang pakaian identitas Aceh, banyak orang langsung membayangkan kupiah meukeutop dengan warnanya yang mencolok. Namun di balik ketenaran kupiah itu, ada satu benda yang tidak kalah penting: kupiah…
Features
Rapai sebagai Ruang Penguat Identitas dan Kebanggaan Kolektif Aceh
Masuk ke sebuah acara adat di Aceh tanpa kehadiran rapai seolah menyaksikan sebuah tarian tanpa ritme. Suara hentakan yang khas itu bukan sekadar musik pengiring; ia adalah elemen identitas yang…
Benang Emas Warisan Aceh: Songket yang Menenun Martabat
Di berbagai pelosok Aceh, aktivitas menenun masih hidup dalam keheningan yang penuh nilai. Di ruang-ruang kecil yang diterangi cahaya alami, tangan-tangan perempuan—dan sebagian kecil laki-laki—menggerakkan alat tenun tradisional dengan ritme…
Dari Pandai Besi ke Galeri Wisata: Rencong di Era Modern
Di berbagai pelosok Aceh Besar, Pidie, Aceh Selatan, hingga Lhokseumawe, dentuman palu yang memukul besi masih bersahutan dari bengkel-bengkel kecil yang dipenuhi asap arang dan panasnya tungku. Di ruang kerja…
Meuleumak: Jejak Silaturahmi yang Mengikat Ulang Persaudaraan di Tanah Aceh
Di banyak gampong di Aceh, ada satu tradisi yang hingga kini tetap hidup meski zaman telah berubah: meuleumak. Sebuah kebiasaan sederhana namun sarat nilai sosial yang menjadi tempat berkumpul, berbagi…
Didong: Harmoni Suara dari Dataran Tinggi Gayo yang Tak Pernah Padam
Di dataran tinggi Gayo, ketika kabut pagi masih menggantung di antara pepohonan kopi, kehidupan masyarakat menyelinap dalam ritme yang seolah selaras dengan alam. Dari tanah yang sejuk ini, sebuah kesenian…
Di Ambang Senyap: Tantangan Pelestarian Do Da Idi di Era Modern
Dalam beberapa dekade terakhir, keluarga-keluarga muda di Aceh menghadapi perubahan besar dalam pola hidup. Teknologi hadir di setiap sudut rumah, dari televisi hingga ponsel pintar. Ketika ingin menidurkan bayi, banyak…
Mawah sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan yang Bertahan di Pedesaan Aceh
Aceh dikenal sebagai daerah yang masyarakatnya masih sangat bergantung pada sektor agraris dan peternakan. Di tengah perkembangan ekonomi modern, masyarakat pedesaan Aceh mampu mempertahankan berbagai praktik ekonomi tradisional yang tidak…
Peusijuek: Simbol Keberkahan dan Ketenteraman dalam Kehidupan Orang Aceh
Dalam kehidupan masyarakat Aceh yang kaya akan adat dan tradisi, peusijuek menempati posisi yang sangat istimewa. Ia bukan hanya prosesi seremonial yang hadir pada momen tertentu, tetapi juga sebuah simbol…
Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh
Di sepanjang pantai Aceh, ketika pagi masih dibalut sisa embun dan angin laut bertiup perlahan, sekelompok nelayan berkumpul dalam suasana yang berbeda dari hari-hari biasa. Tidak ada jaring di tangan…
Khanduri Blang: Di Sawah, Doa Menyatu dengan Padi
Di Aceh, sawah bukan sekadar hamparan hijau yang menghasilkan padi sebagai sumber pangan utama, tetapi juga ruang sakral yang menyimpan nilai spiritual dan budaya. Sejak dahulu, masyarakat Aceh memandang sawah…
Seudati, Dentum Langkah yang Menyuarakan Identitas Aceh
Di antara ragam tarian tradisional Nusantara, Tari Seudati selalu muncul sebagai salah satu yang paling mencuri perhatian. Bukan karena gemerlap kostum atau properti yang megah, tetapi karena kekuatan tubuh manusia…
Tari Saman: Warisan Budaya Gayo yang Mendunia
Dalam gelap cahaya lampu sorot yang memantul pelan di lantai panggung, deretan pemuda tampak duduk berlutut rapat, bahu bersentuhan, membentuk garis lurus yang kokoh. Suasana hening sejenak, sebelum kemudian suara…
Komunikasi Laut dalam Gerak: Likok Pulo sebagai Bahasa Kebersamaan
Tak banyak yang menyadari bahwa Likok Pulo bukan hanya seni pertunjukan yang lahir dari masyarakat Pulau Aceh. Ia adalah bahasa kebersamaan, sebuah bentuk komunikasi sosial yang dibungkus dalam ritme, syair,…


