FeaturesWisata

Benang Emas Warisan Aceh: Songket yang Menenun Martabat

×

Benang Emas Warisan Aceh: Songket yang Menenun Martabat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Di berbagai pelosok Aceh, aktivitas menenun masih hidup dalam keheningan yang penuh nilai. Di ruang-ruang kecil yang diterangi cahaya alami, tangan-tangan perempuan—dan sebagian kecil laki-laki—menggerakkan alat tenun tradisional dengan ritme yang stabil. Dari proses yang tampak sederhana itu lahirlah sebuah karya budaya bernilai tinggi: songket Aceh. Kilau benang emas dan perak yang menghiasi setiap lembar kain bukan sekadar ornamen, melainkan simbol status, adat, dan martabat yang diwariskan lintas generasi.

 

Sejak masa kejayaan Kesultanan Aceh, songket telah melekat dalam struktur sosial dan budaya masyarakat. Pada masa itu, kain songket tidak hanya menjadi pakaian resmi istana, tetapi juga memiliki aturan ketat terkait siapa yang boleh memakainya. Dalam berbagai prosesi adat, penyambutan tamu penting, hingga ritual keagamaan tertentu, songket dipilih sebagai pakaian kehormatan. Bahkan beberapa motif secara khusus diperuntukkan bagi kaum bangsawan. Melalui kain, masyarakat dapat menilai kedudukan seseorang. Songket menjadi penanda kelas sosial sehingga pemakaiannya tidak bisa sembarangan.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close