Dalam budaya Aceh, perkawinan bukan sekadar acara seremonial, melainkan peristiwa sakral yang mengikat dua individu sekaligus dua keluarga dalam hubungan sosial, adat, dan spiritual. Setiap tahapnya dirangkai berdasarkan tata krama…
Disbudpar Aceh
Pemulia Jame: Napas Keramahan yang Menjaga Martabat Aceh
Di banyak rumah di Aceh, pintu yang terbuka bukan sekadar akses keluar masuk, melainkan simbol kesediaan untuk menyambut siapa saja yang datang. Ada nilai yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke…
Sie Reuboh: Warisan Rasa yang Mengikat Waktu di Aceh Besar
Di antara deretan kuliner khas Aceh yang kaya bumbu dan sarat filosofi, Sie Reuboh menempati tempat khusus sebagai hidangan yang menyimpan jejak sejarah panjang masyarakat Aceh Besar. Berbahan dasar daging…
Timphan: Lembutnya Tradisi yang Mengikat Rasa dan Makna
Di banyak rumah orang Aceh, terutama menjelang hari raya dan acara adat, ada satu keharuman yang selalu mengundang rindu: perpaduan aroma tepung ketan, pisang, dan daun pisang muda yang baru…
Seumapa: Doa Bersama sebagai Pengikat Hidup dan Persaudaraan
Di tengah denyut kehidupan masyarakat Aceh, Seumapa hadir sebagai sebuah tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi. Ritual doa bersama ini menjadi ruang tempat masyarakat menautkan harapan, membangun kebersamaan,…
Dikee Pam Panga: Irama Pesisir yang Menjaga Jejak Kreativitas Tuwi Eumpeuk
Di antara ragam seni pesisir Aceh Jaya, Dikee Pam berdiri sebagai tradisi yang memiliki garis sejarah paling jelas dan terjaga. Lahir pada 1951 di Gampong Tuwi Eumpeuk, Kecamatan Panga, kesenian…
Tari Pho: Keceriaan Hari Ini, Jejak Duka yang Tak Pernah Hilang
Di Aceh Barat, Tari Pho hadir sebagai gambaran bagaimana sebuah tradisi mampu terus hidup sekaligus bertransformasi. Sekilas, tarian ini tampak seperti permainan riang yang dibawakan anak-anak—geraknya lincah, iramanya ringan, dan…
Bahasa Aceh: Identitas yang Mengikat Tanah Rencong
Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…
Bahasa Gayo: Jejak Suara dari Tanah Tinggi yang Menyimpan Ingatan
Di balik kabut tipis yang turun perlahan di dataran tinggi Gayo, terdapat sebuah bahasa yang tidak hanya diucapkan, tetapi juga dirasakan—bahasa yang menjadi denyut kehidupan masyarakat setempat. Bahasa Gayo hidup…
Kerupuk Mulieng: Cita Rasa Tradisional yang Mengakar dalam Kehidupan Orang Pidie
Di Kabupaten Pidie, pagi hari sering dimulai dengan aroma melinjo yang baru saja diangkat dari wajan panas. Di banyak kampung, tradisi membuat kerupuk mulieng masih terjaga kuat. Tampah-tampah bambu terlihat…
Sulubayung: Motif Warisan yang Menghidupkan Kembali Jati Diri Aceh Barat
Di tengah geliat kehidupan masyarakat Aceh Barat yang terus bergerak maju, ada satu warisan visual yang tetap setia menjaga denyut tradisi: Bungong Sulubayung. Motif khas ini tidak sekadar hadir sebagai…
Khanduri Jrat: Tradisi Ziarah yang Menautkan Masa Lalu dan Masa Kini
Di tengah derasnya perubahan zaman, tidak semua warisan leluhur tergerus oleh modernitas. Ada tradisi yang tetap hidup, dipertahankan karena memuat nilai yang mendalam bagi masyarakat. Salah satunya adalah Khanduri Jrat,…
Langgolek: Warisan Tutur Abdya yang Kian Menggema di Pentas Nasional
Di pesisir Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), hidup sebuah tradisi tutur yang hingga kini tetap dijaga dengan penuh cinta oleh masyarakat: Langgolek. Bukan sekadar rangkaian cerita lama, Langgolek…
Pacuan Kuda Gayo: Arena Tradisi yang Menghidupkan Jiwa Dataran Tinggi
Di jantung Dataran Tinggi Gayo, di mana kabut pagi turun perlahan menyelimuti lembah dan angin gunung membawa kesejukan khas Takengon, sebuah tradisi terus berpacu melawan waktu: Pacuan Kuda Gayo. Bagi…
Malam Grand Final Pemilihan Agam Inong Aceh 2025 Ditunda karena Bencana
Habanusantara.net – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh resmi menunda pelaksanaan malam grand final Pemilihan Agam Inong Aceh 2025. Keputusan tersebut diambil menyusul musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah…
Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet: Dua Jejak Linguistik dari Selatan Aceh yang Terus Bertahan
Di pesisir dan pedalaman Aceh Selatan, dua bahasa lokal tumbuh sebagai penanda sejarah panjang interaksi manusia dan budaya: Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet. Keduanya bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin…
Rumoh Aceh: Warisan Arsitektur yang Mengajarkan Harmoni
Di balik pepohonan kelapa dan hamparan sawah yang membentang di wilayah Aceh Besar, Pidie, hingga Aceh Utara, berdirilah sebuah jejak budaya yang bertahan melampaui pergantian zaman. Rumoh Aceh—rumah adat khas…
Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan
Di antara ragam seni tradisi Aceh yang memancarkan nilai spiritual dan estetika, Ratep Meuseukat menempati ruang tersendiri sebagai warisan budaya yang penuh kelembutan. Di Nagan Raya, seni ini bukan sekadar…
Pisang Sale: Warisan Asap yang Menjaga Rasa di Bumi Aceh
Di Aceh, jejak tradisi sering kali terselip dalam hal-hal sederhana—salah satunya pada kepulan asap lembut yang keluar dari dapur-dapur kayu masyarakat. Dari asap itulah lahir sebuah kudapan yang telah melewati…
Disbudpar Aceh Tingkatkan Kapasitas Pelaku Wisata di Aceh Singkil
Habanusantara.net — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Pelatihan Pengelola Objek Wisata Kabupaten Aceh Singkil selama tiga hari di Island Hotel, Aceh Singkil, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 40 peserta…
Sinema Rakyat Aceh Diserbu Penonton
*Menparekraf Apresiasi Kreativitas Anak Muda Habanusantara.net — Antusiasme masyarakat Banda Aceh memuncak pada gelaran Sinema Rakyat Aceh. Ratusan pecinta film lokal memadati lokasi acara hingga sebagian tidak kebagian tiket…
Perkuat Identitas, Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Resmi Digelar di Banda Aceh
Habanusantara.net – Upaya memperkuat identitas Aceh sebagai pusat fesyen muslim nasional memasuki babak baru dengan dibukanya Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (25/11/2025)….
Jaga Konsistensi Layanan, Disbudpar Aceh Ajak Perkuat Ekosistem Wisata Halal Muslim
Habanusantara.net — Upaya memperkuat ekosistem wisata halal muslim di Aceh kembali ditegaskan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Branding Aceh sebagai Destinasi…
Museum Aceh Dorong Generasi Muda Pelajari Sejarah Lewat Lomba Kreatif Foto dan Vlog
Habanusantara.net — Museum Aceh kembali menghadirkan wadah kreatif bagi generasi muda melalui Lomba Foto dan Vlog Museum Aceh 2025. Pengumuman pemenang yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Dinas Kebudayaan dan…
Resmi Ditutup, Aceh Festival 2025 Hadirkan Energi Baru bagi Pariwisata Aceh
Habanusantara.net — Setelah berlangsung selama dua hari, Aceh Festival 2025 resmi ditutup. event budaya terbesar di akhir tahun tersebut dinilai berhasil menghadirkan energi baru bagi pariwisata Serambi Makkah, di Taman…
Kemeriahan Aceh Festival 2025 Tetap Pecah di Tengah Hujan Gerimis
*Wagub Aceh Harap Jadi Ajang Promosi Daerah Habanusantara.net — Meski diguyur gerimis, ribuan warga tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi seni sekaligus menikmati aneka jajanan dari puluhan tenan kuliner yang…
Pra-Karantina Agam Inong Aceh 2025 Dimulai
*Finalis Dibekali Pendidikan Bela Negara di Rindam IM Habanusantara.net — Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh resmi memulai rangkaian pra-karantina Pemilihan Agam Inong Aceh 2025. Kegiatan…
Aceh Raih Dua Penghargaan pada API Awards 2025
Habanusantara.net — Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali mencatat prestasi nasional pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata RI pada 18…
Aceh Festival 2025 Hadirkan Kolaborasi Seni dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Habanusantara.net — Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar Aceh) akan menggelar Aceh Festival 2025 pada 22–23 November di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Mengusung tema “The Spirit…

