Headline

Listrik Banda Aceh Padam Berhari-hari, Ismawardi Desak PLN Tepati Janji Normal 6 Desember

×

Listrik Banda Aceh Padam Berhari-hari, Ismawardi Desak PLN Tepati Janji Normal 6 Desember

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Krisis listrik kembali melanda Banda Aceh setelah pemadaman bergilir terjadi selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan luas dari masyarakat yang harus beraktivitas dalam keterbatasan listrik siang malam.

Menyikapi situasi tersebut, Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak PLN agar menepati komitmen memulihkan jaringan listrik secara penuh pada 6 Desember 2025, sebagaimana dijanjikan oleh pihak perusahaan dan Kementerian ESDM.

Ismawardi menegaskan bahwa masyarakat Banda Aceh sudah cukup terbebani dengan kesulitan pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, mulai dari Listrik yang padam berhari, jaringan seluler mati, bbm antri bahkan hingga gas yang kosong hingga hari ini.

Karena itu, Ia meminta PLN tidak memberikan janji kosong yang berpotensi memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan.

“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. PLN jangan sampai mengingkari janji bahwa listrik akan kembali normal pada 6 Desember. Janji itu juga sudah disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, jadi harus benar-benar dipenuhi,” ujar Ismawardi, Kamis (5/12/2025).

PLN sebelumnya melaporkan bahwa gangguan kelistrikan di Banda Aceh disebabkan oleh robohnya beberapa tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Musibah itu terjadi akibat bencana alam yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir, termasuk banjir besar dan longsor di sejumlah kabupaten/kota.

Kerusakan tower tersebut memutus sebagian jalur transmisi utama yang menyuplai listrik ke Banda Aceh dan wilayah sekitarnya, sehingga pemadaman tidak dapat terhindarkan.

“Kita memahami bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan serius pada tower transmisi. Tapi masyarakat juga harus diberi kepastian. Jika PLN dan Menteri ESDM sudah menetapkan tanggal normalisasi, maka tidak boleh meleset,” tegas Ismawardi.

Pemadaman yang berlangsung berkali-kali membuat warga Banda Aceh kesulitan menjalankan aktivitas harian.

Banyak pelaku usaha UMKM yang mengeluhkan kerugian akibat operasional terhenti, sementara warga lainnya terpaksa mengandalkan genset yang biayanya tidak murah bahkan BBM pun sempat kesulitan didapatkan.

Selain itu, proses belajar-mengajar, layanan publik, serta kegiatan perkantoran juga ikut terdampak akibat tidak stabilnya pasokan listrik.

“Ini bukan sekadar mati lampu biasa. Ini berdampak pada ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik. Maka PLN harus bekerja ekstra,” tambah Ismawardi.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net – Sebanyak enam pintu rumah toko (ruko) di Dusun Lamdayah, Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan terbakar pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB….

close