Habanusantara.net – Banjir susulan yang melanda Kabupaten Aceh Timur semakin meluas. Kondisi ini memaksa 130 warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena genangan air belum juga surut.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan luapan sungai terjadi di sejumlah kecamatan setelah curah hujan meningkat signifikan. Wilayah yang sebelumnya mulai pulih dari banjir kembali terdampak, sehingga aktivitas masyarakat kembali lumpuh.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap. Akibatnya, banjir kembali menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan,” ujar Afifullah, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Timur, banjir susulan berdampak pada 10 kecamatan dan 44 desa. Total warga terdampak mencapai 5.032 jiwa atau 1.191 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 40 kepala keluarga atau 130 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini menempati tiga titik pengungsian.
Sementara itu, 1.151 kepala keluarga atau 4.902 jiwa tercatat tidak mengungsi dan memilih bertahan di rumah meski masih terendam banjir. Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di sejumlah wilayah.
Afifullah memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban luka, sakit, hilang, maupun meninggal dunia akibat banjir susulan tersebut. Kerusakan rumah dan fasilitas umum juga masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.
“Sebagian warga sempat membersihkan rumah setelah banjir sebelumnya. Namun banjir susulan ini membuat mereka kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke permukiman,” katanya.
Adapun 10 kecamatan yang terendam yaitu Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Julok, Rantau Selamat, Simpang Ulim, Madat, Birem Bayeum, Ranto Peureulak, dan Sungai Raya.[Fira]




















