HABANUSANTARA.NET – Hari pertama masuk sekolah pascabanjir bandang di SD Negeri 13 Langkahan, Aceh Utara, berlangsung tak biasa. Sejumlah siswa tampak tidak mengenakan seragam sekolah dan mengikuti kegiatan belajar di luar ruang kelas.
Para siswa tersebut diketahui merupakan penyintas banjir bandang yang melanda wilayah Dusun Bidadari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Sekolah mereka kini ikut terdampak karena ruang-ruang kelas digunakan sebagai hunian sementara bagi warga terdampak banjir.
Pantauan di lokasi, Kepala Sekolah SD Negeri 13 Langkahan, Muhammad Yusuf, bersama para guru tetap menjalankan proses pembelajaran dengan metode belajar sambil bermain di halaman sekolah. Metode ini dipilih untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa pascabencana.
“Metode belajar yang kami terapkan lebih banyak belajar sembari bermain. Ini sebagai langkah hipnoterapi agar anak-anak tidak trauma,” kata Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Ia mengungkapkan, banyak siswa kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah karena hanyut terbawa banjir bandang. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Pendidikan, agar membantu seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa penyintas banjir bandang,” ujarnya.
Yusuf juga menjelaskan, proses belajar di luar kelas terpaksa dilakukan karena keterbatasan ruang. “Hari ini kami belajar di luar kelas karena kelas-kelasnya masih digunakan hunian sementara para penyintas banjir bandang. Gak tahu sampai kapan kami belajar di luar,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah desa dan Pemkab Aceh Utara segera membangun hunian sementara bagi warga terdampak. Menurutnya, selama ruang kelas masih difungsikan sebagai tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar akan terus terganggu.***




















