Wisata

Dikee Pam Panga: Irama Pesisir yang Menjaga Jejak Kreativitas Tuwi Eumpeuk

×

Dikee Pam Panga: Irama Pesisir yang Menjaga Jejak Kreativitas Tuwi Eumpeuk

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Di antara ragam seni pesisir Aceh Jaya, Dikee Pam berdiri sebagai tradisi yang memiliki garis sejarah paling jelas dan terjaga. Lahir pada 1951 di Gampong Tuwi Eumpeuk, Kecamatan Panga, kesenian ini tumbuh dari tangan seorang tokoh kampung yang memiliki kepekaan seni tinggi: Tgk. Hamzah. Dari sebuah desa kecil yang berhadapan langsung dengan debur ombak Samudra Hindia, ia merumuskan pola irama dan lantunan yang kelak menjadi identitas budaya masyarakat Panga.

 

Dikee Pam tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi sebagai ekspresi kolektif yang diturunkan dari generasi ke generasi. Komunitas kecil di Tuwi Eumpeuk menjaga tradisi ini dengan penuh dedikasi, memastikan setiap hentakan suara, syair, dan ritme tetap selaras dengan pakem awal yang diwariskan sang pencipta. Berkat ketekunan itulah, Dikee Pam tidak sekadar bertahan—ia berkembang menjadi simbol kebanggaan dan warisan otentik Aceh Jaya.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close