Anemia pada Ibu Hamil Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Janin, Ini Makanan yang Disarankan

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Anemia selama kehamilan tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tersebut tidak hanya dapat membuat ibu hamil mudah lelah, tetapi juga meningkatkan risiko masalah saat persalinan serta mengganggu tumbuh kembang janin.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan ibu hamil membutuhkan asupan zat besi dan protein yang cukup untuk mendukung pembentukan hemoglobin.

Menurutnya, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lelah sehingga produktivitas menurun. Daya tahan tubuh juga dapat melemah. Dalam kondisi yang berat, anemia dapat meningkatkan risiko komplikasi yang membahayakan ibu.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah perdarahan saat persalinan. Kondisi anemia yang berat juga dapat memperburuk kondisi ibu ketika terjadi komplikasi dan berisiko menyebabkan kematian.

“Anemia pada ibu hamil perlu dicegah karena dapat berdampak pada kondisi ibu, termasuk meningkatkan risiko komplikasi dan perdarahan saat persalinan,” kata Nurjannah, Kamis (24/9/2026).

Dampaknya juga dapat dirasakan janin. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat terganggu atau mengalami gagal tumbuh, yang berisiko berlanjut pada masalah pertumbuhan setelah lahir.

Karena itu, Nurjannah mengingatkan ibu hamil untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan yang kaya protein dan zat besi, baik dari sumber hewani maupun nabati, dianjurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

Sumber zat besi dari hewani seperti daging sapi, daging kambing, hati sapi, hati ayam, ikan, udang, kerang, ayam dan bebek mengandung zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh.

Sementara sumber nabati antara lain tempe, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian dan bayam. Zat besi dari sumber nabati merupakan zat besi non-heme yang penyerapannya lebih rendah dibandingkan sumber hewani.

 

Untuk membantu penyerapan zat besi, makanan tersebut dapat dikonsumsi bersama sumber vitamin C, seperti jambu biji, pepaya, jeruk, brokoli dan stroberi.

Nurjannah mengatakan pemenuhan gizi selama kehamilan perlu menjadi perhatian keluarga. Asupan makanan bergizi tidak hanya membantu menjaga kondisi ibu, tetapi juga mendukung pertumbuhan janin hingga bayi lahir.

Karena itu, pencegahan anemia sebaiknya dilakukan sejak awal kehamilan melalui pola makan bergizi dan pemantauan kesehatan secara rutin.[***]