Dinkes Banda Aceh Bekali Nakes Cara Dampingi Keluarga Merawat Lansia

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantar.net— Perawatan lansia di tingkat keluarga membutuhkan dukungan yang tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Karena itu, tenaga kesehatan di Banda Aceh diperkuat agar mampu membekali caregiver informal dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan perawatan jangka panjang kepada anggota keluarga lanjut usia.

Penguatan tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Program Kesehatan Keluarga, lewat kegiatan Peningkatan Kapasitas Perawatan Jangka Panjang (PJP) untuk Caregiver Informal bagi Tenaga Kesehatan.

Kegiatan berlangsung 22–25 September 2026 di Aula Ibnu Sina, Banda Aceh.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, pendampingan dan pembinaan kepada caregiver informal, terutama keluarga yang merawat lansia di rumah.

Sejumlah materi diberikan oleh lima narasumber. Ns. Nurul Hadi, M.Kep. membahas konsep perawatan jangka panjang, caregiver serta peran keluarga dalam mendukung lansia yang masih mandiri.

Sementara itu, dr. Darma Muda Setia, Sp.PD (KGer) menyampaikan materi mengenai pengkajian paripurna pasien geriatri dan pendekatan Integrated Care for Older People (ICOPE) dalam pelayanan lansia.

Aspek kesehatan jiwa lansia menjadi materi yang disampaikan Dr. Cut Nyak Dian, M.Ked., Sp.KJ. Adapun Dr. Andrie Gunawan, Sp.PD-FINASIM. membahas perawatan lansia secara umum serta pertolongan pertama pada kondisi darurat.

Materi lainnya terkait komunikasi efektif disampaikan Zahrani, S.Psi., M.Psi. (Psikolog). Komunikasi yang tepat dan empatik dinilai penting agar tenaga kesehatan maupun caregiver dapat membangun hubungan yang baik dengan lansia selama proses perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam perawatan lansia.

“Perawatan lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat memberikan edukasi dan pendampingan kepada caregiver informal secara tepat dan berkesinambungan,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas ini diharapkan membuat tenaga kesehatan mampu meneruskan edukasi kepada keluarga mengenai kebutuhan fisik lansia, kesehatan jiwa, komunikasi hingga penanganan awal kondisi darurat.

Dengan dukungan tenaga kesehatan dan pemahaman caregiver yang lebih baik, perawatan lansia di lingkungan keluarga diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat, aman dan berkesinambungan sehingga lansia tetap sehat, mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik.[***]