Habanusantara.net — Sebuah rumah yang layak bisa mengubah cara sebuah keluarga menatap masa depan. Beasiswa dapat menjaga mimpi seorang anak tetap hidup. Sementara ambulans gampong bisa menjadi penolong ketika warga membutuhkan akses menuju layanan kesehatan.
Kebutuhan-kebutuhan itulah yang menjadi bagian dari program yang diperjuangkan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Tahun Anggaran 2026.
Bagi masyarakat, pembangunan tidak selalu diukur dari gedung megah atau jalan yang mulus. Ada kebutuhan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi kerap menentukan kenyamanan, kesempatan, bahkan masa depan sebuah keluarga.
Di bidang perumahan, Musriadi mengadvokasi tujuh unit rumah layak huni dan rehabilitasi dua rumah milik masyarakat kurang mampu di Kecamatan Ulee Kareng dan Syiah Kuala.
Program tersebut diarahkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan tempat tinggal lebih aman dan sehat. Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan dan membesarkan anak-anak.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kondisi rumah yang memadai merupakan kebutuhan mendasar. Karena itu, aspirasi mengenai hunian layak menjadi salah satu persoalan yang diperjuangkan melalui jalur perencanaan pembangunan daerah.





