Musriadi Kawal Aspirasi yang Menyentuh Langsung Kehidupan Warga

*Dari Rumah Layak Huni, Beasiswa hingga Ambulans Gampong

Redaksi
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menyapa warga penerima mamfaat rumah layak huni melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026. FOTO: (Humas DPRK Banda Aceh).
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menyapa warga penerima mamfaat rumah layak huni melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026. FOTO: (Humas DPRK Banda Aceh).
A-AA+A++

Aspirasi Harus Berlanjut Menjadi Manfaat

Meski demikian, pengusulan program melalui pokok-pokok pikiran legislatif bukan berarti seluruh kegiatan otomatis terlaksana. Setiap usulan masih memerlukan proses perencanaan, penyesuaian dengan prioritas pembangunan, serta dukungan anggaran sesuai ketentuan.

Pengawalan menjadi bagian penting agar aspirasi tidak berhenti sebagai daftar usulan. Koordinasi antara DPRK, Pemerintah Kota Banda Aceh, organisasi perangkat daerah, pemerintah gampong, dan masyarakat dibutuhkan untuk memastikan program ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Bagi Musriadi, harapan dari berbagai program tersebut adalah hadirnya manfaat yang dapat dirasakan warga, baik melalui perbaikan hunian, dukungan pendidikan, penguatan fasilitas dayah, maupun akses kesehatan dan perlindungan sosial.

Pada akhirnya, nilai sebuah program tidak hanya terletak pada berapa banyak usulan yang diajukan. Ukurannya juga ada pada perubahan yang dirasakan masyarakat ketika kebutuhan mereka mendapat perhatian dan jalan keluar.

Sebab, bagi keluarga yang menanti rumah lebih layak, anak yang ingin terus bersekolah, atau warga yang membutuhkan pertolongan medis, pembangunan bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Pembangunan berarti kesempatan untuk hidup lebih aman, lebih sehat, dan menatap hari esok dengan harapan.