Irwansyah Ajak Pelajar Jadi Kreator Konten Positif, Bukan Sekadar Mengejar Popularitas

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mendorong pelajar SMA dan SMK untuk ikut meramaikan ruang digital dengan konten positif, edukatif, dan produktif. Menurutnya, kreativitas anak muda di media sosial tidak hanya berpotensi membangun citra daerah, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Irwansyah saat membuka pelatihan konten kreator bagi siswa SMA/SMK se-Banda Aceh dan Aceh Besar di Aula BPS, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Bisnisi tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Awien Syuieb, Ety Rismanita, Vita Daud, Zoelmasry, Cut Nauval, Irhamni Malika, dan Teuku Iwan.

Dalam sambutannya, Irwansyah mengatakan konten kreator merupakan salah satu bagian dari sektor ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan. Apalagi, perubahan ekonomi saat ini semakin dipengaruhi oleh kreativitas, informasi, teknologi, dan kemampuan membangun pasar digital.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029, terdapat 2.808 unit usaha ekonomi kreatif yang tercatat pada 2024. Usaha tersebut mencakup berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, aplikasi dan gim, fotografi, hingga film, animasi, dan video.

Namun, pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku usaha masih menghadapi tantangan. Data BPS tahun 2022 menunjukkan baru 18,40 persen usaha mikro dan kecil di Aceh yang menggunakan internet.

“Ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi digital kita masih sangat besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Di sinilah konten kreator memiliki peran strategis. Mereka tidak hanya bertugas membuat konten menarik atau mengejar popularitas, tetapi juga harus mampu membantu UMKM memasarkan produk, mempromosikan pariwisata, memperkenalkan budaya dan kuliner Aceh, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” kata Irwansyah.

Menurutnya, Aceh memiliki banyak potensi yang perlu diperkuat melalui kemampuan mengemas dan mempromosikannya agar dapat terhubung dengan peluang ekonomi digital.

Ia berharap para peserta dapat membangun tiga karakter utama sebagai kreator konten. Pertama, kreatif dan inovatif, dengan tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menciptakan karya yang memiliki identitas dan nilai tambah.

Kedua, berintegritas dan bertanggung jawab. Irwansyah mengingatkan agar kreator tidak mengorbankan kebenaran demi popularitas. Sebab, konten yang baik bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga membangun kepercayaan publik.

Ketiga, produktif dan memiliki orientasi ekonomi. Kemampuan digital, katanya, harus dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, membantu UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta memperkenalkan produk unggulan Aceh ke pasar nasional hingga internasional.

“Kita ingin lahir kreator konten Aceh yang tidak hanya terkenal di media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan karya berkualitas, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan membawa nama baik Aceh,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Irwansyah berharap kegiatan serupa terus berkembang melalui kolaborasi pemerintah, media, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dunia pendidikan, dan generasi muda.[*]