Wisata

Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan

×

Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Di antara ragam seni tradisi Aceh yang memancarkan nilai spiritual dan estetika, Ratep Meuseukat menempati ruang tersendiri sebagai warisan budaya yang penuh kelembutan. Di Nagan Raya, seni ini bukan sekadar hiburan panggung, melainkan cermin kehidupan masyarakat—menjaga martabat, religiusitas, hingga karakter lembut perempuan Aceh dalam satu rangkaian gerak dan syair. Keindahan yang terpancar dari setiap penampilannya menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup dan dihormati, sekaligus diwariskan tanpa putus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ratep Meuseukat tumbuh dari perpaduan antara lantunan doa dan zikir dengan gerak tubuh yang tertata. Para penarinya, yang semuanya perempuan, tampil dalam busana seragam bernuansa cerah, menghadirkan kesan rapi dan anggun. Ketika suara pujian mengalun, gerakan tangan dan tubuh mereka mengikuti irama secara kompak, menciptakan suasana yang khusyuk namun tetap memikat. Setiap bait syair yang dilagukan bukan sekadar hiasan, tetapi menyimpan pesan ketawaduhan, kesopanan, dan kecintaan kepada Allah SWT—nilai-nilai yang menjadi fondasi sosial budaya masyarakat Aceh.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close