Pada akhirnya, Ratep Meuseukat bukan sekadar seni pertunjukan. Ia adalah simbol keanggunan perempuan Aceh, potret kecerdasan spiritual masyarakat, sekaligus warisan budaya yang mencerminkan bagaimana Nagan Raya menjaga kearifan lokalnya. Dengan syair pujian yang mengalun lembut dan gerakan yang teratur menenangkan, Ratep Meuseukat terus menjaga denyut tradisi Aceh, mengingatkan bahwa keindahan tidak selalu terletak pada kemegahan—melainkan pada kesederhanaan yang penuh makna.(Adv)
Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan
Redaksi_HN4 min baca

Pos Terkait
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News



















