Wisata

Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan

×

Ratep Meuseukat: Harmoni Suara dan Gerak Perempuan Aceh dari Tanah Nagan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Seni ini tidak hanya menonjolkan keindahan suara, tetapi juga keindahan gerakan. Setiap ayunan tangan, setiap perubahan posisi tubuh, dilakukan dengan penuh kelembutan. Gerakannya tidak berlebihan, tidak agresif—sebuah penegasan bahwa perempuan Aceh memiliki kekuatan yang lahir dari kesantunan dan adab. Bagi generasi muda Nagan Raya yang mempelajari seni ini, Ratep Meuseukat menjadi ruang belajar tentang nilai-nilai luhur seperti kesabaran, kekompakan, dan penghormatan terhadap tradisi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah, para tokoh adat, serta komunitas budaya di Nagan Raya mulai kembali menghidupkan Ratep Meuseukat sebagai bagian dari program pelestarian warisan budaya takbenda. Latihan diadakan secara rutin di gampong-gampong, terutama menjelang hajatan besar seperti kenduri maulid atau peringatan hari-hari besar Islam. Para ibu yang sudah berpengalaman akan melatih gadis-gadis muda, mewariskan teknik vokal, hafalan syair, dan kepekaan ritmis. Proses belajar ini bukan hanya mentransfer keterampilan seni, tetapi juga nilai kebersamaan yang memperkokoh struktur sosial masyarakat.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close