Di tengah geliat kehidupan masyarakat Aceh Barat yang terus bergerak maju, ada satu warisan visual yang tetap setia menjaga denyut tradisi: Bungong Sulubayung. Motif khas ini tidak sekadar hadir sebagai hiasan di kain tenun, perlengkapan adat, atau aksesoris tradisional lainnya, tetapi menjadi simbol yang menghubungkan masyarakat dengan akar budayanya. Dalam setiap goresan dan lengkungannya, Sulubayung memuat cerita panjang tentang perjalanan sejarah, kosmologi, serta cara pandang orang Aceh Barat terhadap alam semesta.
Mengamati motif Sulubayung ibarat membuka pintu menuju masa lalu, di mana seni dan kehidupan berjalan beriringan. Di masa lampau, motif ini banyak digunakan dalam upacara adat, pakaian kebesaran, hingga perlengkapan ritual masyarakat pesisir dan pedalaman Aceh Barat. Keindahannya bukan hanya terletak pada bentuk visual, tetapi juga pada makna filosofis yang melekat—melambangkan kesucian, keteduhan, serta keharmonisan antara manusia dan lingkungannya.




















