Di sebuah rumah sederhana di pinggiran Banda Aceh, suara gesekan jarum dengan kain terdengar berulang, ritmis, seperti lagu lama yang dinyanyikan pelan. Di ruangan itu, seorang pria paruh baya, Umar,…
Adat
Kupiah Riman: Kesederhanaan yang Menjaga Martabat Lelaki Aceh
Ketika berbicara tentang pakaian identitas Aceh, banyak orang langsung membayangkan kupiah meukeutop dengan warnanya yang mencolok. Namun di balik ketenaran kupiah itu, ada satu benda yang tidak kalah penting: kupiah…
Rapai sebagai Ruang Penguat Identitas dan Kebanggaan Kolektif Aceh
Masuk ke sebuah acara adat di Aceh tanpa kehadiran rapai seolah menyaksikan sebuah tarian tanpa ritme. Suara hentakan yang khas itu bukan sekadar musik pengiring; ia adalah elemen identitas yang…
Benang Emas Warisan Aceh: Songket yang Menenun Martabat
Di berbagai pelosok Aceh, aktivitas menenun masih hidup dalam keheningan yang penuh nilai. Di ruang-ruang kecil yang diterangi cahaya alami, tangan-tangan perempuan—dan sebagian kecil laki-laki—menggerakkan alat tenun tradisional dengan ritme…
Dari Pandai Besi ke Galeri Wisata: Rencong di Era Modern
Di berbagai pelosok Aceh Besar, Pidie, Aceh Selatan, hingga Lhokseumawe, dentuman palu yang memukul besi masih bersahutan dari bengkel-bengkel kecil yang dipenuhi asap arang dan panasnya tungku. Di ruang kerja…
Khanduri Blang: Di Sawah, Doa Menyatu dengan Padi
Di Aceh, sawah bukan sekadar hamparan hijau yang menghasilkan padi sebagai sumber pangan utama, tetapi juga ruang sakral yang menyimpan nilai spiritual dan budaya. Sejak dahulu, masyarakat Aceh memandang sawah…

