Ketika berbicara tentang pakaian identitas Aceh, banyak orang langsung membayangkan kupiah meukeutop dengan warnanya yang mencolok. Namun di balik ketenaran kupiah itu, ada satu benda yang tidak kalah penting: kupiah riman, simbol kesederhanaan yang melekat pada lelaki Aceh. Kupiah riman lebih diam, tidak begitu menonjol, tetapi kehadirannya justru menjadi penanda siapa yang layak dihormati.
Kupiah riman diikat kuat oleh filosofi adat Aceh yang memuliakan ilmu, moral, dan sikap taqwa. Kupiah ini banyak dikenakan para teungku dayah, orang tua bijaksana, dan sosok pemimpin yang hidup mengabdi bagi masyarakat. Karena itu, kupiah riman tidak pernah dibuat untuk sekadar gaya. Ia adalah benda budaya yang hanya tampak indah ketika dikenakan orang bersahaja tetapi berilmu.




















