FeaturesWisata

Kupiah Riman: Kesederhanaan yang Menjaga Martabat Lelaki Aceh

×

Kupiah Riman: Kesederhanaan yang Menjaga Martabat Lelaki Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Proses pembuatannya memerlukan kesabaran luar biasa. Tidak seperti kupiah berbahan kain yang dijahit dengan mesin, kupiah riman dihasilkan dari anyaman tangan. Seutas rotan kecil harus diraut tipis hingga menyerupai benang keras, kemudian dianyam satu-persatu hingga menjadi bentuk kupiah yang sempurna. Setiap lekukan anyaman menyimpan waktu, ketelitian, serta kesungguhan pengrajinnya.

 

“Kalau orang tidak sabar, dia tidak akan bisa menyelesaikan satu kupiah,” ujar seorang pengrajin tua dalam sebuah wawancara kebudayaan. Perkataan itu bukan hanya gambaran teknis. Ia adalah cermin dari filosofi kerja orang Aceh: pekerjaan baik harus dilakukan dengan hati, bukan sekadar mengejar hasil. Dengan cara itu, kupiah riman menjadi simbol pendidikan karakter, bukan hanya kerajinan tangan.

Ilustrasi
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang…

Wisata

  Bahasa Aceh juga menyimpan kekayaan struktur dan ragam dialek yang menunjukkan luasnya wilayah persebaran masyarakat Aceh. Dialek Aceh Utara dengan pelafalan yang tegas, dialek Aceh Barat yang lembut, serta…

close