FeaturesWisata

Kupiah Riman: Kesederhanaan yang Menjaga Martabat Lelaki Aceh

×

Kupiah Riman: Kesederhanaan yang Menjaga Martabat Lelaki Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Penggunaan kupiah riman juga memiliki etika. Ia tidak sembarangan dipakai oleh siapapun. Walaupun tidak ada larangan tertulis, masyarakat memiliki rasa malu bila mengenakan kupiah ini tanpa dasar ilmu atau keteladanan. Dengan kata lain, kupiah riman bukan simbol “status materi”, melainkan simbol moral. Pemakainya dihormati bukan karena kupiahnya, tetapi karena hidupnya mencerminkan nilai kupiah itu sendiri.

 

Dalam sejumlah upacara adat, kupiah riman sering menjadi hadiah penghormatan bagi seseorang yang dianggap berkontribusi terhadap ilmu agama atau kehidupan sosial. Ini mirip dengan tradisi pemberian sorban atau tongkat kepada alim ulama. Memberikan kupiah riman berarti mengakui bahwa seseorang layak disegani, bukan dilayani.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close