FeaturesWisata

Khanduri Blang: Di Sawah, Doa Menyatu dengan Padi

×

Khanduri Blang: Di Sawah, Doa Menyatu dengan Padi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Khanduri Blang di Aceh.

Di Aceh, sawah bukan sekadar hamparan hijau yang menghasilkan padi sebagai sumber pangan utama, tetapi juga ruang sakral yang menyimpan nilai spiritual dan budaya. Sejak dahulu, masyarakat Aceh memandang sawah sebagai anugerah yang harus dijaga, dihormati, dan disyukuri. Di sinilah tradisi Khanduri Blang menemukan maknanya—sebuah upacara adat yang menjadi wujud syukur, permohonan keselamatan, serta simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

 

Khanduri Blang biasanya dilaksanakan pada tahap-tahap penting dalam siklus pertanian, mulai dari pembukaan lahan, proses turun ke sawah, hingga menjelang panen. Di beberapa wilayah seperti Aceh Besar, Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari kultur pertanian. Dalam pelaksanaannya, upacara ini dipimpin oleh keujruen blang, yakni tokoh adat yang bertanggung jawab atas pengelolaan sawah dan irigasi. Ia mengatur jadwal tanam, menengahi persoalan antarpetani, mengatur aliran air, serta memastikan bahwa seluruh proses pertanian mengikuti etika adat. Keujruen blang memainkan peran penting sebagai penjaga keseimbangan antara aturan adat dan kebutuhan pertanian modern.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close