Dalam era modern, sebagian masyarakat mulai meninggalkan tradisi ini karena perubahan gaya hidup, tuntutan pekerjaan, serta pergeseran nilai sosial. Meski begitu, di banyak desa Aceh tradisi ini masih bertahan sebagai identitas komunitas. Khanduri Blang mengingatkan generasi muda bahwa sawah bukan hanya ruang produksi, tetapi juga ruang spiritual dan budaya yang memberi makna bagi kehidupan masyarakat.
Di tengah modernisasi pertanian, Khanduri Blang menjadi warisan penting yang menegaskan bahwa setiap panen adalah hasil dari kerja keras, kebersamaan, dan doa. Tradisi ini mengajak masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya sekaligus tetap mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Sawah, bagi orang Aceh, adalah simbol kehidupan. Dan Khanduri Blang adalah cara terbaik untuk merayakan kehidupan itu.(Adv)




















