Motif songket Aceh dapat dikenali dari bentuk geometris, flora, serta ornamen yang terinspirasi dari seni ukir pada bangunan bersejarah. Motif Pinto Aceh adalah salah satu yang paling terkenal, menampilkan bentuk pintu khas yang melambangkan keteraturan, penjagaan kehormatan, dan batas etika. Motif ini biasanya dipadukan dengan ornamen bunga atau daun untuk menyeimbangkan antara kekuatan dan kelembutan. Keseimbangan ini mencerminkan nilai hidup masyarakat Aceh: tegas dalam prinsip, lembut dalam tingkah laku.
Ciri istimewa lain dari songket Aceh adalah penggunaan benang emas. Pada masa lalu, benang emas menjadi simbol kemuliaan dan kekuasaan. Seiring waktu, meski penggunaannya tidak lagi terbatas bagi kalangan tertentu, benang emas tetap dipertahankan untuk menjaga identitas tradisional. Kini beberapa perajin mulai bereksperimen dengan serat modern seperti sutra atau campuran tekstil lainnya agar menghasilkan kain yang lebih ringan dan nyaman untuk dipakai sehari-hari. Adaptasi ini menjadi bagian dari cara songket bernegosiasi dengan perkembangan zaman.




















