Di tengah perubahan gaya hidup modern, songket tidak lagi berhenti pada fungsi tradisionalnya sebagai pakaian adat. Produk turunan seperti syal, tas, peci, dompet, hingga dekorasi interior kini banyak diproduksi. Transformasi ini membuka peluang ekonomi kreatif yang besar. Songket mulai digunakan dalam industri fashion, souvenir, hingga event-event formal. Tanpa menghilangkan nilai tradisi, songket Aceh bergerak memasuki ruang baru: ruang gaya hidup urban dan modern.
Namun demikian, perkembangan ini membawa tantangan serius. Produksi songket tradisional tidak mungkin dilakukan secara massal karena waktu pengerjaan yang panjang. Hal ini membuatnya sulit bersaing dengan produk tekstil pabrikan. Selain itu, minat generasi muda untuk menjadi penenun kian menurun. Banyak yang lebih memilih pekerjaan cepat atau berbasis teknologi. Jika tidak ada regenerasi, tradisi tenun terancam kehilangan penerus.




















