Meski menghadapi berbagai persoalan, songket Aceh tetap bertahan karena nilai budaya yang melekat dalam setiap benang tidak dapat digantikan. Ia menyimpan filosofi, norma, dan estetika khas masyarakat Aceh. Setiap motif, warna, dan teknik penenunan merupakan bagian dari memori kolektif. Di situ tersimpan kisah panjang tentang adat, kebijaksanaan, dan identitas.
Songket Aceh adalah bukti bahwa budaya mampu hidup berdampingan dengan modernitas. Ia tidak hanya memperlihatkan keindahan visual, tetapi juga menegaskan martabat dan keagungan tradisi. Selama masyarakat terus menghargai warisan leluhur, kilau benang emas songket Aceh akan tetap bersinar—menjaga martabat yang ditenun berabad-abad lalu.(Adv)




















