Dalam kehidupan masyarakat Aceh yang kaya akan adat dan tradisi, peusijuek menempati posisi yang sangat istimewa. Ia bukan hanya prosesi seremonial yang hadir pada momen tertentu, tetapi juga sebuah simbol harapan, kesejukan, serta doa keberkahan yang mengiringi berbagai fase kehidupan. Bagi orang Aceh, peusijuek menjadi wujud nyata bahwa setiap langkah hidup sebaiknya diawali dengan doa, restu, dan semangat kebaikan.
Secara etimologis, “peusijuek” berasal dari kata dalam bahasa Aceh yang berarti mendinginkan atau menyejukkan. Makna ini tidak hanya merujuk pada penggunaan air dalam prosesi ritual, tetapi juga menggambarkan filosofi yang lebih mendalam: kehadiran ketenteraman, kesejukan hati, serta perlindungan Allah dalam setiap aktivitas manusia. Dengan demikian, peusijuek dipahami sebagai upaya simbolik untuk mengusir segala bentuk kesialan dan menghadirkan keberkahan dalam hidup.




















