Pada akhirnya, peusijuek bukan hanya ritual, melainkan media untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan: rasa syukur, harapan, kebersamaan, dan ketenteraman. Ia menjadi penyejuk batin dan penguat hati dalam menghadapi perjalanan hidup. Bagi masyarakat Aceh, peusijuek adalah wujud kasih sayang, doa, dan keberkahan yang mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya—sebuah identitas yang tidak hanya dibanggakan, tetapi juga dijaga sepenuh hati.(Adv)




















