Ketika para pemain Likok Pulo saling bersandar dan bergerak dalam sinkronisasi yang nyaris sempurna, kita sedang menyaksikan cermin nilai kehidupan. Mereka mengajarkan bahwa kebersamaan bukanlah pilihan opsional, tetapi kebutuhan mendasar. Sama seperti laut yang mustahil dilawan sendirian, hidup pun terlalu besar untuk dijalani tanpa dukungan orang lain. Likok Pulo adalah cara masyarakat Pulau Aceh berkata dengan lantang: kita tidak bisa hidup sendiri.(Adv)
Komunikasi Laut dalam Gerak: Likok Pulo sebagai Bahasa Kebersamaan
Redaksi_HN3 min baca

Pos Terkait
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News



















