Kuatnya pengaruh Didong terhadap kehidupan masyarakat Gayo terlihat pada hampir seluruh tradisi mereka: pesta pernikahan, khitanan, penyambutan tamu penting, bahkan kegiatan sosial. Kehadiran Didong menandakan kegembiraan, kebersamaan, dan rasa syukur. Namun lebih dari itu, Didong menjadi saluran bagi masyarakat untuk merawat memori kolektif.
Di tengah derasnya musik modern, Didong masih bertahan. Bahkan, sejumlah kelompok mulai memodifikasi Didong ke dalam format panggung, memadukannya dengan instrumen modern, atau membawanya ke festival budaya sebagai representasi Gayo. Para seniman Didong terus beradaptasi, tanpa menghilangkan ruh tradisi.




















