Wisata

Pantai Kuta Timu, Surga Senja Hanya Lima Menit dari Kota Sabang

×

Pantai Kuta Timu, Surga Senja Hanya Lima Menit dari Kota Sabang

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net– Sabang tak pernah kehabisan kejutan bagi siapa pun yang datang menjelajahinya. Di antara destinasi populer yang tersebar di ujung barat Indonesia, ada satu pantai yang kini menjadi magnet baru bagi wisatawan maupun warga lokal: Pantai Kuta Timu. Meski namanya belum sebesar Iboih atau Gapang, pantai ini perlahan menjelma menjadi ruang publik favorit, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana santai tanpa pergi jauh dari pusat kota.

Terletak di Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, pantai ini hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar lima menit berkendara dari pusat Kota Sabang. Aksesnya yang mudah, suasananya yang tenang, serta pemandangan alam yang memanjakan mata menjadikan Kuta Timu tempat ideal untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas atau menjelajah pulau.

Kuta Timu bukan sekadar hamparan pasir dan laut, melainkan ruang sosial dan budaya yang berdenyut bersama rutinitas masyarakat lokal. Dermaga CT3 menjadi titik pusat aktivitas tempat warga dan wisatawan saling bertemu. Di sepanjang jalur dermaga, aroma masakan laut, kopi, hingga jajanan tradisional berpadu sempurna dengan angin asin khas pantai. Di sini, percakapan santai, tawar-menawar ikan segar, dan tawa anak-anak menjadi latar suara alami yang menenangkan.

Pada siang hari, deretan perahu nelayan yang tertambat memberi pemandangan khas pesisir yang hangat. Ada pula wisatawan yang memilih duduk santai sambil memesan minuman dingin dari pedagang setempat, menikmati alunan ombak yang datang tanpa terburu-buru. Semakin sore, suasana pun berubah. Pantai perlahan penuh dengan pengunjung yang datang untuk berburu momen terbaik matahari terbenam.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close