Hal inilah yang dirasakan Irma, seorang wisatawan asal dataran tinggi Bener Meriah. Saat ditemui sambil menyeruput kopi di salah satu warung, ia mengaku menemukan apa yang ia cari.
“Biasanya saya di Gayo, hawanya dingin terus. Begitu sampai Sabang, saya cuma ingin tempat santai yang dekat dari penginapan,” ujarnya sambil tersenyum.
“Begitu sampai Kuta Timu, rasanya langsung plong.”
Bagi Irma, suasana laut yang luas dan deretan perahu nelayan yang tertata alami, memberi ketenangan tersendiri.
“Anginnya enak banget, sepoi-sepoi. Saya bisa duduk berjam-jam cuma melihat laut. Nggak ada bosannya.”




















