Bagi banyak orang, alasan utama datang ke Kuta Timu adalah senja. Begitu matahari mulai bergerak turun, warna langit berubah dramatis—kuning keemasan, jingga, lalu perlahan temaram ke warna ungu. Pemandangan ini terasa semakin sempurna dengan siluet Pulau Klah yang berdiri kokoh di kejauhan.
Sebagian pengunjung duduk bersandar di tepi pantai, sebagian lagi memilih mengabadikan momen dengan ponsel maupun kamera. Bahkan tak jarang, deretan konten kreator lokal menjadikan tempat ini sebagai studio alam terbuka favorit.
Di saat tertentu, keberuntungan pengunjung semakin lengkap. Kapal pesiar internasional yang singgah di pelabuhan Sabang tampak dari kejauhan, menciptakan panorama yang jarang ditemukan di pantai-pantai kota lainnya di Indonesia.





















