FeaturesWisata

Meuleumak: Jejak Silaturahmi yang Mengikat Ulang Persaudaraan di Tanah Aceh

×

Meuleumak: Jejak Silaturahmi yang Mengikat Ulang Persaudaraan di Tanah Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Di banyak gampong di Aceh, ada satu tradisi yang hingga kini tetap hidup meski zaman telah berubah: meuleumak. Sebuah kebiasaan sederhana namun sarat nilai sosial yang menjadi tempat berkumpul, berbagi cerita, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Meuleumak bukan sekadar berbagi hidangan, melainkan sebuah ruang kultural di mana identitas dan rasa kebersamaan masyarakat Aceh dipelihara secara turun-temurun.

 

Secara harfiah, meuleumak berarti “makan bersama”. Namun maknanya jauh lebih dalam. Ia adalah simbol kerendahan hati, keterbukaan, dan penghargaan terhadap tamu serta sesama warga. Dalam sebuah gampong, kegiatan ini lazim dilakukan ketika ada tamu datang, ketika keluarga selesai panen, atau bahkan sekadar untuk mempererat hubungan persaudaraan di tengah kesibukan masyarakat modern. Di masa lalu, tradisi ini juga menjadi bagian dari ritual adat seperti syukuran, kenduri, atau perayaan hari besar Islam.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close