FeaturesWisata

Meuleumak: Jejak Silaturahmi yang Mengikat Ulang Persaudaraan di Tanah Aceh

×

Meuleumak: Jejak Silaturahmi yang Mengikat Ulang Persaudaraan di Tanah Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Selain itu, meuleumak juga menjadi sarana menyelesaikan persoalan kecil dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika terjadi kesalahpahaman, acara makan bersama ini dapat menjadi jembatan yang menyejukkan suasana. Segelas kopi atau sepiring nasi yang disantap bersama sering kali mampu meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog. Banyak tokoh adat Aceh mengatakan bahwa hati orang Aceh lebih mudah tersentuh ketika kebersamaan dibangun di meja makan.

 

Dalam konteks sosial yang lebih luas, meuleumak juga merepresentasikan gotong royong yang telah mengakar lama dalam kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi ini memperkuat solidaritas, terutama ketika warga menghadapi masa sulit seperti bencana atau duka. Masyarakat berkumpul, bukan hanya untuk berbagi makanan, tetapi untuk saling mendukung dan meneguhkan semangat. Di sinilah terlihat betapa kokohnya jaringan sosial yang dibangun melalui sebuah tradisi sederhana.

Ilustrasi
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close