Ketika sore menjelang, para nelayan pulang dengan hati yang lebih tenang. Mereka percaya bahwa doa yang dipanjatkan pada pagi hari telah menyatu dengan hembusan ombak, menjadi pelindung bagi setiap perahu yang akan kembali berlayar. Khanduri Laot, lebih dari sekadar adat, adalah ikrar abadi: bahwa laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ibu yang memberi kehidupan dan harus dihormati.(Adv)
Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh

Pos Terkait
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News



















