FeaturesWisata

Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh

×

Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Khanduri Laot.

 

Seiring perkembangan zaman, Khanduri Laot kini juga menarik perhatian wisatawan. Banyak yang datang untuk menyaksikan bagaimana masyarakat pesisir Aceh menjaga hubungan spiritual dengan laut. Namun para tetua adat sering mengingatkan: tradisi ini bukan sekadar tontonan. Ia adalah napas kehidupan nelayan, perjanjian tak tertulis antara manusia dan laut. Esensinya harus tetap dijaga—rasa syukur, hormat kepada alam, dan kebersamaan sebagai satu komunitas.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close