FeaturesWisata

Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh

×

Khanduri Laot: Doa yang Memagari Laut Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Khanduri Laot.

 

Ketika prosesi selesai, aroma masakan mulai menyatu dengan angin pantai. Sejak subuh, para perempuan telah menyiapkan hidangan kenduri: kuah beulangong yang gurih, gulai keumamah yang pedas wangi, hingga nasi gurih yang menjadi menu wajib di setiap perayaan adat Aceh. Hidangan ini bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol gotong royong, karena dimasak bersama-sama oleh para perempuan dan keluarga nelayan. Di bawah tenda sederhana, para nelayan duduk melingkar menikmati hidangan sambil berbincang santai. Pada momen ini, rasa kebersamaan begitu kuat. Para nelayan yang sehari-hari bersaing di area tangkap kini melebur tanpa sekat. Perahu besar dan sampan kecil sama saja—semua adalah saudara dalam satu ikatan laut.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang…

Wisata

  Bahasa Aceh juga menyimpan kekayaan struktur dan ragam dialek yang menunjukkan luasnya wilayah persebaran masyarakat Aceh. Dialek Aceh Utara dengan pelafalan yang tegas, dialek Aceh Barat yang lembut, serta…

close