Ketika prosesi selesai, aroma masakan mulai menyatu dengan angin pantai. Sejak subuh, para perempuan telah menyiapkan hidangan kenduri: kuah beulangong yang gurih, gulai keumamah yang pedas wangi, hingga nasi gurih yang menjadi menu wajib di setiap perayaan adat Aceh. Hidangan ini bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol gotong royong, karena dimasak bersama-sama oleh para perempuan dan keluarga nelayan. Di bawah tenda sederhana, para nelayan duduk melingkar menikmati hidangan sambil berbincang santai. Pada momen ini, rasa kebersamaan begitu kuat. Para nelayan yang sehari-hari bersaing di area tangkap kini melebur tanpa sekat. Perahu besar dan sampan kecil sama saja—semua adalah saudara dalam satu ikatan laut.




















