Khanduri Jrat mengajarkan bahwa menghormati leluhur bukanlah praktik masa lalu yang hilang dimakan zaman. Melalui ritual ini, masyarakat Aceh Timur merawat ingatan, memperkuat identitas, dan menanamkan nilai moral kepada generasi muda. Di balik suasana sederhana di kompleks makam, tersimpan pesan kuat: bahwa akar budaya harus tetap dijaga agar kita tidak kehilangan arah.
Dengan diakuinya Khanduri Jrat sebagai Warisan Budaya Takbenda, tradisi ini bukan hanya milik Aceh Timur, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Aceh. Ia adalah bukti bahwa budaya—meski lahir dari praktik lokal—dapat menjadi warisan nasional yang memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia.(Adv)




















