Hari pelaksanaan Khanduri Jrat selalu menjadi momen sakral. Sejak pagi, keluarga besar dari berbagai penjuru mulai berdatangan. Di jrat—kompleks makam keluarga—suasana ramai namun penuh hormat. Para perempuan menyiapkan hidangan kenduri seperti nasi, kari kuah beulangong, boh rom-rom, dan aneka kue tradisional. Sementara itu, para pria memastikan tenda, tikar, dan tempat berkumpul tertata rapi. Semuanya dilakukan dengan semangat gotong royong.
Khanduri Jrat bukan sekadar ritual spiritual; ia juga menjadi arena berkumpul yang memperkuat kembali simpul-simpul silaturahmi. Banyak keluarga besar yang jarang bertemu, justru menjadikan momen ini sebagai waktu untuk menjalin kembali kedekatan. Di sela-sela doa dan kenduri, cerita masa kecil, kenangan bersama orang tua, serta sejarah keluarga kembali dihidupkan. Dari sinilah tradisi menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.




















