Wisata

Khanduri Jrat: Tradisi Ziarah yang Menautkan Masa Lalu dan Masa Kini

×

Khanduri Jrat: Tradisi Ziarah yang Menautkan Masa Lalu dan Masa Kini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Salah satu inti penting Khanduri Jrat adalah doa arwah. Seorang teungku memimpin bacaan tahlil, yasin, dan doa khusus untuk para leluhur. Seluruh keluarga mengikuti dengan khusyuk. Doa-doa itu menjadi bentuk permohonan agar amal ibadah para orang tua diterima dan diberi tempat terbaik di sisi Allah. Dalam suasana haru dan syahdu inilah terlihat bagaimana masyarakat Aceh memandang hubungan dengan saudara yang telah wafat sebagai sesuatu yang tak pernah terputus.

Ilustrasi

Setelah doa rampung, hidangan kenduri dibagikan. Makan bersama menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur. Tidak ada batasan antara tua dan muda; semua duduk melingkar, menikmati sajian yang telah disiapkan bersama. Tradisi makan kenduri ini tidak hanya memupuk rasa kekeluargaan, tetapi juga melestarikan kuliner khas Aceh yang selama ini menjadi bagian integral dari identitas budaya.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close