Meski ada kekhawatiran, tidak sedikit yang optimistis bahwa Do Da Idi dapat menemukan hidup baru. Akar emosionalnya yang kuat membuat nyanyian ini tetap relevan. Seorang bayi tidak peduli apakah ibunya memiliki suara merdu atau tidak—yang ia rasakan hanyalah kedekatan dan kenyamanan. Dalam aspek ini, Do Da Idi memiliki kekuatan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Pelestarian tradisi tidak harus selalu melalui institusi besar. Hal terkecil yang dapat dilakukan adalah menyanyikannya kembali di rumah, meskipun hanya beberapa bait yang diingat. Dari situ, ritme dan syair akan hidup kembali, mengalir ke generasi berikutnya.




















