FeaturesWisata

Di Ambang Senyap: Tantangan Pelestarian Do Da Idi di Era Modern

×

Di Ambang Senyap: Tantangan Pelestarian Do Da Idi di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Tantangan lain datang dari perubahan gaya hidup. Banyak keluarga kini tidak lagi tinggal dalam rumah besar yang dihuni tiga generasi. Ketika nenek dan ibu tidak lagi tinggal bersama, momen berbagi pengetahuan tradisional seperti Do Da Idi ikut berkurang. Dulu, seorang ibu muda bisa belajar nyanyian itu langsung dari ibunya atau neneknya. Kini, ia harus mencari sendiri, padahal sumbernya semakin sedikit.

Ilustrasi.

Kendati demikian, upaya pelestarian mulai bermunculan. Sejumlah komunitas budaya Aceh mulai mengumpulkan dan mendokumentasikan berbagai versi Do Da Idi agar bisa menjadi referensi generasi berikutnya. Ada juga seniman yang mencoba mengaransemen ulang nyanyian ini tanpa menghilangkan ruh aslinya. Di beberapa daerah, sekolah dan sanggar seni mengajarkan Do Da Idi sebagai bagian dari pendidikan budaya lokal.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close