ADVERTORIALDPRKParlemen

Sabri Badruddin: Keseimbangan Pendapatan dan Pengeluaran Kunci Sukses APBK 2024

×

Sabri Badruddin: Keseimbangan Pendapatan dan Pengeluaran Kunci Sukses APBK 2024

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Banda Aceh Sabri Badruddin ST
Anggota DPRK Banda Aceh Sabri Badruddin ST

Habanusantara.net – Diskusi intensif terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tahun 2024 tengah menjadi sorotan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh.

Dalam rangka tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Sabri Badruddin, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran sebagai kunci kesuksesan dalam penyusunan APBK.

Sabri Badruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banda Aceh, menyampaikan pentingnya pemko untuk memastikan bahwa besaran anggaran belanja sejalan dengan pendapatan yang diterima.

“Pemko harus bisa mengimbangkan antara besaran anggaran belanja dengan pendapatan yang masuk,” kata sabri

Dalam konteks ini, penyesuaian menjadi hal yang esensial agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara belanja dan pendapatan.

Sabri menekankan bahwa kehati-hatian dalam perencanaan anggaran adalah krusial untuk menghindari defisit yang dapat memberikan beban pembiayaan pada tahun berikutnya.

“Pemko Banda Aceh sudah merasakan bagaimana terbebannya jika mengalami defisit yang tidak wajar,” ungkapnya.

Dalam pandangan Sabri, tim yang terlibat dalam pembahasan APBK perlu secara cermat merencanakan penggunaan anggaran agar sesuai dengan kebutuhan riil daerah dan masyarakat.

“APBK Banda Aceh tahun 2024 harus bisa menjawab berbagai persoalan yang ada di Banda Aceh, terutama urusan wajib seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial,” tambahnya.

Sabri Badruddin juga menyoroti sektor kebutuhan dasar seperti pasokan air bersih. Meskipun kondisinya saat ini relatif membaik, ia menegaskan bahwa persoalan ini belum sepenuhnya terselesaikan.

“Di samping itu, masalah infrastruktur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan kondisi lapangan. Jika sudah dibutuhkan atau sudah rusak, baru diperbaiki,” tutupnya.

Pria yang baru-baru ini meraih gelar magister teknik sipil bidang rekayasa dan manajemen infrastruktur dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan APBK tidak hanya dapat diukur dari besaran anggaran, tetapi juga dari dampak positifnya terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi mengenai APBK Banda Aceh tahun 2024 diharapkan dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Sehingga, kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan solusi konkret terhadap tantangan dan kebutuhan riil di Banda Aceh.

Sabri Badruddin menegaskan kesiapannya bersama DPRK untuk mendukung upaya pemko dalam merancang APBK yang berdampak positif bagi perkembangan dan kesejahteraan kota ini.[Adv]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close