ADVERTORIAL

DP3AP2KB Kota Banda Aceh Sosialisasikan Masjid Ramah Anak untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

×

DP3AP2KB Kota Banda Aceh Sosialisasikan Masjid Ramah Anak untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Risda Zuraida, SE Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3AP2KB), Banda Aceh menjadi pemateri tentang Masjid Ramah Anak yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB Banda Aceh, bertempat di Hotel Seventeen Banda Aceh, Rabu (23/08/2023) FOTO/DOK DP3AP2KB BANDA ACEH
Risda Zuraida, SE Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3AP2KB), Banda Aceh menjadi pemateri tentang Masjid Ramah Anak yang dilaksanakan oleh DP3AP2KB Banda Aceh, bertempat di Hotel Seventeen Banda Aceh, Rabu (23/08/2023) FOTO/DOK DP3AP2KB BANDA ACEH

Habanusantara.net, – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh telah menggelar sosialisasi tentang konsep Masjid Ramah Anak (MRA) dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan sosialisasi MRA, dengan tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Banda Aceh Maju,” telah berlangsung sejak tanggal 14 hingga 24 Agustus 2023, bertempat di Hotel Seventeen, Banda Aceh.

Risda Zuraida, SE, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Banda Aceh, menjelaskan bahwa sosialisasi MRA merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengembangkan kota yang ramah bagi anak-anak.

“Masjid Ramah Anak adalah salah satu indikator kebijakan untuk mencapai status kota yang layak bagi anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zuraida menyampaikan bahwa masjid harus menjadi pusat atau tempat bagi anak-anak untuk berkumpul, berkreasi, dan berpartisipasi, selain tempat-tempat umum lainnya. Hal ini penting mengingat rentannya anak-anak terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik dari sesama anak, permasalahan bullying, maupun tindakan kekerasan oleh orang dewasa. Oleh karena itu, peran masjid sebagai tempat yang aman sangat penting.

“Dalam kondisi seperti sekarang, di mana anak-anak sangat rentan terhadap kekerasan, baik yang dilakukan oleh sesama anak maupun oleh orang dewasa, maka kita berharap masjid bisa menjadi tempat yang aman bagi mereka,” ungkapnya.

Untuk memastikan bahwa masjid menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, diperlukan persiapan lingkungan yang kondusif di dalam masjid. Hal ini melibatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam manajemen masjid serta yang menyediakan sarana dan prasarana di dalam masjid.

“Kita perlu memperkuat SDM yang mengelola masjid dan yang terlibat dalam manajemen masjid, termasuk penyediaan sarana prasarana yang mendukung konsep Masjid Ramah Anak,” pungkas Zuraida.[Adv]

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close