Wisata

Rumoh Aceh: Warisan Arsitektur yang Mengajarkan Harmoni

×

Rumoh Aceh: Warisan Arsitektur yang Mengajarkan Harmoni

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Di tengah arus pembangunan yang makin cepat, keberadaan rumoh Aceh mengingatkan bahwa kemajuan tidak harus menghapus jejak kearifan masa lalu. Selama masih ada yang merawat, mempelajari, dan membangunnya kembali, rumoh Aceh akan terus menjadi mercusuar budaya Aceh—menyuarakan harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

 

Rumoh Aceh dipadukan oleh tiga ruang utama: seuramoe keuë (serambi depan), seuramoe likôt (serambi belakang), dan rumoh inong (ruang tengah). Ketiganya tersusun dalam satu garis lurus, menciptakan alur kehidupan yang merepresentasikan siklus sosial masyarakat. Seuramoe keuë menjadi ruang penerima tamu laki-laki, tempat musyawarah kecil, hingga lokasi kenduri sederhana. Sementara itu, rumoh inong adalah jantung rumah, ruang privat untuk keluarga, dan tempat tersimpannya benda-benda penting. Di bagian paling belakang, seuramoe likôt menjadi lokasi berkumpul keluarga inti, mempersiapkan hidangan, hingga ruang kerja sehari-hari.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close