Wisata

Rumoh Aceh: Warisan Arsitektur yang Mengajarkan Harmoni

×

Rumoh Aceh: Warisan Arsitektur yang Mengajarkan Harmoni

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Tidak berhenti pada aspek teknis, rumoh Aceh juga dibangun dengan mempertimbangkan nilai dan filosofi hidup. Orientasi bangunan, pembagian ruang, hingga letak tangga, semuanya menyimpan pesan tentang ketertiban, kesopanan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Prinsip “meuasa, meusikureung, meugoe”—hidup yang tertata, rapi, dan menjaga adab—tertanam dalam setiap detailnya. Di situlah rumoh Aceh menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal; ia adalah ruang pendidikan budaya yang mengajarkan penghuni tentang disiplin, tata krama, serta penghormatan pada alam sekitar.

 

Selama berabad-abad, rumoh Aceh telah melalui banyak fase: dari menjadi rumah keluarga besar, tempat musyawarah, hingga simbol status sosial. Namun makna utamanya tetap sama—sebuah rumah yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai lama yang terus relevan hingga kini. Meski sebagian masyarakat kini memilih rumah beton sebagai representasi kepraktisan dan modernitas, rumoh Aceh tetap bertahan sebagai penanda identitas Aceh yang tak tergantikan.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Proses pembuatan Timphan bukan sekadar rutinitas memasak. Ia lebih mirip ritual keluarga. Para perempuan, terutama ibu dan nenek, berkumpul sejak pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar. Tepung ketan dicampur dengan pisang…

Wisata

  Bahasa Aceh juga menyimpan kekayaan struktur dan ragam dialek yang menunjukkan luasnya wilayah persebaran masyarakat Aceh. Dialek Aceh Utara dengan pelafalan yang tegas, dialek Aceh Barat yang lembut, serta…

close