Rapai juga membawa pesan mengenai keberlanjutan budaya. Ia bukan sekadar pertunjukan tradisional yang layak disimpan di museum atau ditampilkan hanya saat festival. Rapai harus hidup dalam kesadaran masyarakat, dimainkan, dipelajari, dan dirawat. Kebanggaan budaya bukan hanya tentang mengenang kejayaan masa lalu, tetapi tentang menjaga warisan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sosial hari ini. Dalam setiap dentuman rapai, terdapat pengingat bahwa identitas tidak boleh terlepas dari keseharian. Ia harus dirawat dengan kesetiaan, dihidupkan melalui praktik, dan diwariskan sebagai kebanggaan kolektif masyarakat Aceh. Rapai dengan demikian bukan hanya musik, tetapi penegasan bahwa tradisi adalah denyut nadi yang terus memperkokoh jati diri bangsa.(Adv)
Rapai sebagai Ruang Penguat Identitas dan Kebanggaan Kolektif Aceh
Redaksi_HN3 min baca

Pos Terkait
Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News



















