Ketika perlombaan dimulai, derap kaki kuda yang membelah angin menjadi musik alami yang memicu adrenalin para penonton. Di lintasan sepanjang beberapa ratus meter itu, para joki cilik memperlihatkan ketangkasan luar biasa: tubuh kecil mereka menyatu dengan gerak kuda, tangan menggenggam surai, mata fokus pada garis akhir. Tidak ada alat bantu, tidak ada pelana, hanya keberanian dan kepercayaan antara anak dan kudanya. Setiap kemenangan dirayakan dengan suka cita, tetapi kekalahan pun diterima sebagai bagian dari pembelajaran hidup.




















