Wisata

Pacuan Kuda Gayo: Arena Tradisi yang Menghidupkan Jiwa Dataran Tinggi

×

Pacuan Kuda Gayo: Arena Tradisi yang Menghidupkan Jiwa Dataran Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Keunikan pacuan kuda Gayo tidak hanya terletak pada joki tanpa pelana, tetapi juga cara masyarakat memaknai tradisi ini. Bagi sebagian warga, pacuan adalah hiburan. Bagi yang lain, ia adalah sarana pengikat hubungan antar-gampong, semacam pesta rakyat yang melibatkan banyak peran: dari pemilik kuda, pelatih, joki cilik, pedagang, hingga penonton yang datang dari berbagai kabupaten. Arena pacuan berubah menjadi ruang ekonomi. Pedagang makanan, mainan, kain tradisional, hingga kerajinan khas Gayo memenuhi sekitar arena. Kehadiran ribuan orang menciptakan sirkulasi ekonomi yang menghidupkan usaha mikro dan pedagang kaki lima.

Ilustrasi

Di sisi lain, unsur spiritual dan adat juga tetap melekat kuat. Sebelum perlombaan dimulai, masyarakat biasanya menggelar doa bersama demi keselamatan para joki dan kelancaran acara. Para tokoh adat dan tetua kampung menjadi sosok penting yang memberi restu serta menjaga agar tradisi tetap berjalan sesuai nilai-nilai Gayo. Banyak orang percaya bahwa pacuan kuda bukan sekadar perlombaan cepat-cepatan, tetapi sarana merawat hubungan antara manusia, alam, dan hewan. Kuda dalam budaya Gayo tidak hanya dianggap sebagai peliharaan, melainkan teman perjalanan dan simbol status keluarga.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Timphan selalu hadir ketika keluarga besar berkumpul. Saat hari raya tiba, para tetamu yang datang dari berbagai penjuru Aceh—bahkan dari luar daerah—akan selalu menanyakan apakah Timphan sudah tersedia. Makanan ini…

Wisata

Kehadiran para tetangga dan kerabat menjadi inti dari ritual ini. Meski terlihat sederhana, Seumapa memiliki makna sosial yang sangat dalam. Ia memperkuat jaringan persaudaraan, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membentuk rasa…

Wisata

Dalam ranah adat, bahasa Aceh menjadi medium utama penyampaian nilai dan norma. Setiap prosesi adat, mulai dari peusijuek, kenduri, hingga upacara pernikahan, selalu dihiasi doa, petuah, dan syair yang disampaikan…

close