FeaturesWisata

Dari Benang hingga Mahakarya: Kisah Perajin Kupiah Meukeutop di Aceh

×

Dari Benang hingga Mahakarya: Kisah Perajin Kupiah Meukeutop di Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

 

Dari sisi ekonomi, kupiah meukeutop kini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Harga satu kupiah tergantung pada tingkat kerumitan motif dan kualitas bahan. Kupiah standar dapat dijual Rp200 ribu hingga Rp400 ribu, sementara yang bermotif kompleks berbahan premium bisa mencapai di atas Rp1 juta. “Kalau pembelinya mengerti nilai seni, mereka tidak pernah menawar. Tapi ada juga yang menganggap ini hanya topi biasa,” ujar Umar sambil tertawa kecil.

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

  Meski zaman terus bergerak maju, Pemulia Jame tidak kehilangan ruhnya. Memang, bentuknya mungkin mulai berubah mengikuti kesibukan dan struktur kehidupan modern. Namun semangatnya tetap sama: tamu harus dihargai. Kini…

Wisata

Dalam perkembangannya, Sie Reuboh menjadi identitas kuliner Aceh Besar yang selalu hadir pada berbagai kesempatan, mulai dari jamuan keluarga, kenduri meugang, hingga meja-meja makan para perantau yang ingin mengobati rindu…

Wisata

Bahan-bahan Timphan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Aceh: kesederhanaan, kehangatan, dan ketulusan. Adonan yang lembut dan manis menggambarkan harapan agar hubungan antaranggota keluarga selalu hangat dan harmonis. Sementara balutan daun…

Wisata

Uniknya, Seumapa tidak pernah bersifat statis. Tradisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Di beberapa daerah, proses pembacaan doa dilakukan oleh para teungku dengan iringan syair-syair yang…

Wisata

  Di tengah modernisasi yang semakin cepat, bahasa Aceh menghadapi tantangan yang tidak kecil. Perubahan gaya hidup, arus globalisasi, dan dominasi bahasa Indonesia serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa Aceh…

close